Bekal Sehat Sejak Dini di Sekolah

Naiknya tingkat kegemukan di kalangan anak-anak di Jerman, membuat cemas para gizi di negeri ini. Sebuah data dari tahun 2010 menyebutkan bahwa 1 dari 5 anak-anak terlalu gemuk. Tendensinya, naik. Para ahli sudah mulai menganggapnya sebagai epidemi.

Sejak tahun 1980-an, gaya hidup orang Jerman mulai berubah. Anak-anak semakin banyak menghabiskan waktunya di depan televisi dan komputer, dan lebih sedikit bergerak. Makanan mereka pun seringkali mengandung terlalu banyak gula dan lemak.

Kondisi tak sehat ini mulai menarik perhatian pemerintah, Mereka mulai melakukan rekomendasi tentang pentingnya makanan sehat melalui guru kelas masing-masing. Saat masuk ajaran baru TK dan SD tahun 2010, program makanan sehat ini pun ternyata juga sudah diterapkan.

Di awal-awal masuk sekolah, guru wali kelas sudah memberitahukan tentang pentingnya membawa bekal ke sekolah serta aturan bekal sehat kepada orang tua murid. Agar bisa berkonsentrasi dalam belajar, perut anak perlu diisi makanan sehat. Anak-anak hanya boleh membawa bekal sehat berupa : sumber karbohidrat, yakni roti tawar, diutamakan roti dari gandum penuh. Selain karbohidrat, murid boleh membawa makanan sumber protein seperti keju, sosis dan salami. Juga telur rebus. Buah dan sayur sangat dianjurkan.

Sekolah juga bisa membuat program “Raja dan Ratu Sarapan” setiap hari di sekolah. Jadi Setiap hari, dipilih satu anak lelaki dan perempuan pemilik bekal terlengkap dan tersehat untuk menjadi ratu dan raja sarapan. Guru sebagai juri yang mengecek isi bekal anak-anak dan menentukan bekal siapa paling sehat dan berhak menyandang raja ratu sarapan.

Cara ini efektif bagi anak-anak. Dia tahu makanan apa saja yang boleh masuk di dalam bekalnya agar terpilih jadi ratu. Yakni yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan miskin lemak. Mau tak mau, ibunya  pun ikut memperhatikan isi bekal anaknya. Agar ibu tidak hanya memberikan bekal berupa roti saja dan dampaknya anak  jadi tidak bosan membawa bekal ke sekolah. Suatu cara jitu yang bisa dijadikan contoh agar anak terbiasa makan makanan sehat, bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: